Fakta Menarik tentang Air Minum
August 3, 2019

Mitos dan Fakta tentang Air Minum

Untuk sesuatu yang tampaknya sederhana dan penting seperti air minum, terdapat banyak mitos dan kesalahpahaman yang melingkupinya.

 

Berikut adalah mitos dan fakta tentang air minum yang perlu Anda ketahui:

 

  1. Setiap orang perlu minum delapan gelas air sehari

Mitos

Meskipun air adalah cairan paling tersedia dan murah untuk mencegah dehidrasi, rekomendasi dari Institute of Medicine menyatakan bahwa perempuan memerlukan sekitar dua liter atau delapan gelas cairan sehari dan laki-laki sekitar tiga liter atau 12 gelas cairan sehari.

Mengapa cairan? Karena memang yang dimaksud bukan hanya air melainkan dalam bentuk minuman apapun. Anjuran 8 gelas sehari mungkin berasal dari recommended daily allowance (RDA) versi lama yang dicocokkan dengan kebutuhan kalori harian. Kebutuhan cairan harian yang baru memiliki level lebih tinggi dan menghitung total konsumsi minuman, bukan hanya air.

 

  1. Minum air mencuci racun keluar dari tubuh

Fakta

Meskipun air tidak serta merta menetralkan racun, ginjal menggunakan air untuk menyingkirkan produk limbah tertentu. Saat kurang minum air, ginjal tidak memiliki jumlah cairan yang dibutuhkan untuk melakukan tugasnya dengan baik. Jika tubuh tidak mengasup cukup air, maka limbah metabolik tidak bisa dibuang secara efisien sebagaimana mestinya.

 

  1. Air dalam kemasan menyebabkan kerusakan gigi

Mitos

Air dalam botol atau kemasan tidak menyebabkan kerusakan gigi. Meski demikian perlu diketahui bahwa air dalam kemasan biasanya tidak mengandung fluoride yang bisa membantu mencegah kerusakan gigi.

Fluoride merupakan elemen penting dalam mineralisasi tulang dan gigi. Seiring peningkatan konsumsi air minum kemasan, yang tidak mengandung fluoride, akan berpotensi pada terjadinya peningkatan karies gigi.

 

  1. Minum air membantu menjaga kelembaban kulit

Mitos

Fakta menunjukkan jumlah air yang diminum mungkin memiliki sedikit pengaruh terhadap kelembaban kulit. Kecuali seseorang mengalami dehidrasi parah, minum air dalam jumlah besar tidak akan mencegah kulit menjadi kering.

Pada dasarnya, tingkat kelembaban kulit ditentukan oleh banyak faktor seperti perawatan kulit yang dilakukan, lingkungan, jumlah kelenjar minyak, dan normal tidaknya kinerja kelenjar minyak. Air yang dikonsumsi secara internal tidak akan mencapai epidermis atau lapisan atas kulit.

 

  1. Minum air putih membantu menurunkan berat badan

Fakta

Minum air tidak akan secara langsung memicu penurunan berat badan, tetapi dapat membantu prosesnya. Air menggantikan minuman sarat kalori lainnya sehingga mengurangi jumlah keseluruhan kalori yang diasup. Plus, air membuat perut terasa lebih kenyang, sehingga Anda makan lebih sedikit.

Air, terutama air dingin, bahkan mungkin memainkan peran dalam meningkatkan metabolisme tubuh. Sebuah studi baru tampaknya menunjukkan minum air putih mempercepat penurunan berat badan. Para peneliti di Jerman menemukan bahwa subyek penelitian mengalami peningkatan metabolism [tingkat kalori yang dibakar] hingga 30 persen setelah minum sekitar setengah liter air.

 

  1. Urine berwarna kuning adalah tanda dehidrasi

Mitos

Mungkin benar untuk beberapa kasus, tetapi tidak semua urine berwarna kuning patut diwaspadai. Dehidrasi terjadi ketika urine berwarna kuning gelap atau kecoklatan. Ginjal menyaring produk limbah dan menyerap kembali air dan zat-zat lain yang berguna dari darah, sehingga mempu mengontrol volume dan konsentrasi urin. Dehidrasi menyebabkan konsentrasi urin meningkat sehingga mengubah urin berwarna kuning gelap. Idealnya urine harus berwarna kuning terang. Faktor-faktor lain, seperti mengambil multivitamin, juga dapat menyebabkan urine berwarna kuning.

 

  1. Jika haus, Anda berarti mengalami dehidrasi

Mitos

Jika mulai merasa haus, Anda harus segera minum air. Namun, haus tidak berarti tubuh mengalami dehidrasi. Tubuh mulai terasa haus ketika konsentrasi zat dalam darah mulai meningkat kurang dari 2 persen, sedangkan sebagian besar ahli akan menentukan dehidrasi ketika konsentrasi telah meningkat hingga 5 persen.

 

  1. Anda perlu minuman olahraga untuk memiliki performa atletik tinggi

Mitos

Minuman olahraga mungkin menggunakan iklan lebih menarik, tapi air adalah semua yang Anda butuhkan saat melakukan kegiatan olahraga apapun. Cairan yang cukup, terutama air, adalah yang terpenting bagi atlet dari segala usia.

Air adalah yang diperlukan tubuh untuk mengangkut nutrisi dan energi serta menghilangkan panas selama aktivitas fisik. Meskipun perlu diingat, orang yang melakukan maraton atau bersaing di olahraga yang sangat berat mungkin perlu menambah asupan air dengan minuman olahraga untuk mengimbangi kehilangan garam tubuh. Namun untuk sebagian besar olahraga, air dianggap telah mencukupi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

 

  1. Terdapat kemungkinan seseorang minum air terlalu banyak

Fakta

Orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu dapat menempatkan diri pada risiko komplikasi jika minum terlalu banyak air. Orang-orang dengan kondisi jantung, tekanan darah tinggi, atau pembengkakan pada kaki bagian bawah [edema] perlu menghindari kelebihan air. Orang yang memiliki sejarah masalah ginjal, terutama jika telah melakukan transplantasi ginjal, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan cairan. Jangan pula minum terlalu banyak air saat makan karena akan melemahkan asam lambung dan menyebabkan masalah pencernaan.

 

  1. Jangan menggunakan kembali botol air plastik

Fakta

Botol air plastik tidak seharusnys diisi ulang dan digunakan berkali-kali. Plastik pada botol bisa saja larut ke dalam air setelah digunakan beberapa kali. Selain itu, jika tidak dibersihkan dengan benar, botol air bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dari mulut.

 
(Sumber: halebiz.com)

× Pesan & Berlangganan via WA